Wednesday, June 01, 2005

Rasa Dalam Kata

Sebuah kata yang tak terlupakan.
Di hati ini walau tak pasti.
Frustasi yang lalu,
Kini telah berubah menjadi rasa hingga asa.
Tak kan ku lupa,
Ini satu awal.....

Thursday, May 19, 2005

Cerita Semalam

Alam malam kelam tanpa kalam.
Diarak tanpa henti oleh air beriak.
Tatanan lagi dihujam kebisuan.
Wadah-wadah mulai penuh terisi.
Wajah lusuh berjalan berdampingan.

Tak sebuah benda lagi lantak.
Bertubi-tubi menghujam penuh dendam.
Putri berjilbab jalan menyusur terang yang kadang remang.

Dalam satu kota di ujung jalan ini,
Tenang semayam sosok suci luluh hati.
Dini menyadar, hati hilang arah.
Satu lagi meniris titik didih dalam bayangan.

Lagi senyap, lagi tentram dan damai di bumiku.
lagi-lagi dia hinggap dalam bayangan dan mimpiku.

SOSOK (Dramatisir Maksud Yang Putus)

Cermin-cermin pecah membuat luka yang parah.
Batu-batu besar yang menghalangi jalan.
Angin membius maut yang tersandar.
Butir mutiara yang hidup berjalan lewat awan.
Merpati yang terbangkan sayap sucinya.
Lara hati terlalu menusuk pori jiwa.
Melewati alur-alur pembuluh yang putus.
Daun dan kertas tak jauh beda dengan kebusukan.
Terpuruk, terpuruk, dan terpuruk.
Terduduk diam, bisu, rusak nanah, lalu hancur.

Pulau Biru di Australia

Famili gue ada yang jadi buruh di Melbourne, Australia. Dia ngasih oleh-oleh cerita buat gw. Dan gw pengen berbagi cerita buat elo….
Setiap pagi, famili gw bangun dengan hati damai. Setiap pagi selalu ada konser dari burung-burung aneka rupa dan suara. Tapi bukan di sangkar. Burung-burung itu berkicau dari pohon ke pohon di sekitar apartemen.
Melbourne, kata famili gw, memang sorganya burung. Di sana ngga’ ada orang piara burung di sangkar. Semua burung dibiarin bebas.
Berangkat kerja juga membawa damai. Di sini banyak pohon yang dihiasi burung-burung aneka rupa. Kalau famili gw bawa makanan di genggamannya, sontak burung-burung itu datang. Mereka mematuk makanan di tangan tanpa rasa takut.
Melbourne juga sorganya manusia.
Dia pernah naik bus kota yang sepi penumpang. Cuma ada 4 penumpang: famili gw, cewek cakep, dan 2 wanita tua. Lalu bus berhenti. Naiklah seorang pria kekar sedang teler. Bau minuman kerasnya menyengat…… Si teler terus berdiri di depan si cewek cakep di bangku belakang, lalu ngajak ngobrol. Sekian lama ngobrol, si cewek cakep berdiri mau turun. Ajaib…… Si teler langsung memberi jalan dengan sopan.
Pernah famili gw melihat mobil tabrakan. Ternyata pelaku tabrakan sama-sama keluar dari mobilnya….. berebut minta maaf.
Famili gw juga ga’ pernah was-was pulang malam sendirian. Biarpun jalanan sepi sekali. Biarpun kantongnya lagi banyak duit. Soalnya, orang yang teler pun biasanya langsung menyalami, “Good Night”. Dengan sangat sopan.
Memang juga ada bule yang rasialis. Tapi jumlahnya cuma segelintir. Ngga’ ada artinya dibandingkan ribuan bule yang memperlakukan famili gw dengan penuh penghargaan.
Makanya famili gw tetap kerasan, biarpun dia kesal sekali waktu Australia ikut menggempur Irak. Lagian banyak warga di sana yang marah sama pemerintahnya. Buat mereka, menyerbu Irak itu sama dengan melangar hak azasi orang Irak.
Yang ngga’ kalah mengesankan adalah di tempat kerjanya. Di sini memang dituntut kerja cepat. Ngga’ ada leyeh-leyeh. Tapi gajinya juga dibayar cepat. Sebelum keringat kering, setiap pekerja pasti sudah dibayar. Seolah-olah mereka pernah mendengar pesan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya dulu……
Makanya famili gw berkomentar, “Di sini mayoritas penduduknya bukan Muslim, tapi perilakunya lebih Islami daripada Indonesia yang mayoritas Muslim…..” Temannya malah bilang begini, “Kalau aja orang-orang di sini Islam, gw mendingan tinggal di sini, ga’ mau balik ke Indonesia…..”
Nah lo……….!!!!!!!!

By: Biko Sabri
Dari KanS edisi Sep-Okt 2003

Tips and Trick

Delapan cara biar gaul-nya asyik :
Friendly, ramah, supel (tapi ngga’ gampangan), dan nebar senyum (tapi jangan kelewatan).
Up to date, harus tahu kejadian yang ada di dunia, peristiwa paling heboh di Indonesia, dan gossip terbaru di kota sendiri.
Be your self, percaya diri, punya gaya sendiri (tapi ngga’ ngerendahin gaya orang lain), harus jadi trend setter dalam setiap kegiatan, dan berani mengemukakan pendapat.
Fair play, sportif dan berlaku adil. Menghargai perbedaan dan selalu saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.
Open minded, ngga’ takut menerima perubahan, ngga’ anti kritik dan mau mencoba hal baru, serta mengembangkan inovasi baru dalam setiap kegiatan.
On time, pastinya tepat waktu, dan selalu berusaha ngga’ ingkar janji.
Adaptif, tahu menempatkan diri dimanapun berada, dan menghargai privacy orang.
Silahkan nambah sendiri…. (kalo mau nambah bisa dikirim ke alamat e-mail : microphone_representing@yahoo.com)

Sumber : Mr. Bluesy (KanS).

Saturday, May 07, 2005

butterfly flying on the neck


someone told me that butterfly couldn't fly and cry,
but it can fly on my friend's neck.
she's a victim of the temporary tatoo.
damn she's a victim of glamour life style.


salah satu korban kebiadaban masyarakat yang tak cinta dengan hewan langka.
masihkah anda selalu mengurung binatang yang anda anggap anda sayang kepadanya didalam sangkar yang membuat mereka tak bebas seperti di alamnya?
saya menangis untuk mereka,
untuk kebebasan mereka,
untuk perbuatan yang selama ini menyiksa mereka.

temanku akan datang suatu saat

di satu hari dimana asa kembali diuji dalam hari,
temanku diarak awan dalam-dalam dan terbuai.
di satu waktu saat diri terlena oleh waktu senja,
temanku kan datang menertawaiku tanpa penuh dosa.
tapi disatu tempat dimana aku membawa begitu banyak harapan,
tak kan henti temanku mendatangiku penuh nafsu dan tanpa malu-malu.

satu hari

dimana aku berada di dunia ini,
tak berbekas asa dalam dada.

Name

URL or Email

Messages(smilies)

PERBEDAAN WARNA PERBEDAAN WARNA